Rabu, 03 Februari 2010

sudah sangat lama tidak menghamburkan, merangkai, mengurai huruf-huruf disini

...........................................................

Bersambung

Minggu, 05 Oktober 2008

AIR PUTIH

Semuanya berputar-putar melingkar dalam tabung kaca berisi cairan hitam. Mencoba menatap jauh ke depan dengan mata menyipit mengatur intensita cahaya yang sampai ke retina. Membiarkan diri tertipu oleh bayangan-bayangan yang terindrai. Menghibur hati laksana doa yang terucap saat ajal di depan mata. Aku sadari semua bai-baik saja tapi kenapa disini hitam dan di luar sana sanga terang dan menyilaukan mata hingga mataku tak kuat menatapnya.

Praang...

tiba-tiba dunia tabung kacaku pecah dan cairan hitam kehidupanku keluar dan mengebar kemana-mana. Mengalir dan terus mengalir. Kini kudapati diriku menjadi bagian terintegral dengan cairan hitam. Aku ikut mengalir da terus mengalir. Menjalar dan terus menjalar kemana-mana. Aku sadar, aku tak lagi berada dalam tabung kaca berisi cairan hitam yang terus membatasi ruang gerakku. Aku pun sepenuhnya sadar, tak lagi berputar-putar dalam tabung kaca. Aku kini mengalir, menjalar, aku kini bebas. Yah...aku kini bebas kemana-mana. Tapi kenapa, kenapa masih aku masih melihat sekelilingku sangat terang dan menyilaukan. Rupanya aku bebas tapi tetap terselimuti cairan hitam.

Oh...lihat...perlahan cairan hitam yang masih menyelimutiku mulai menguap dan kini aku merasakan perlahan-lahan kepekatan cairan hitam yang menyelimutiku perlahan menipis. Perlahan-lahan aku mulai menjadi bagian dari dunia luar yang sangat menyilaukan. Aku kini mulai dapat menghirup udara yang bukan sekedar kandungan oksigen cairan hitam yang menyelimutiku. Udara ini teramat segar.

Tapi, kenapa tiba-tiba aku merasa diriku menipis dan mulai melayang-layang ?

.........


To Be Continue

Minggu, 08 Juni 2008

UNTUK SISIPUSH

Sebenarnya semua yang aku sampaikan ini tidak layak untuk di pajang disini tapi karena kemungkinan untuk bertemu secara fisik itu adalah suatu hal yang mustahil maka terpaksa email dan jalan ini yang aku tempuh.

Sisipush, aku tahu kau orang baik dan tentu punya banyak teman sebab kau orang yang selalu berusaha untuk memahami teman, apalagi jika itu teman baru yang memang asyik untuk ditemani. Tapi push, aku ingin katakan padamu bahwa aku sebenarnya kebalikan dari dirimu, aku sangat tidak merasa nyaman dengan teman bahkan terkadang aku merasa teman hanya membuatku menjadi lemah karena kehadiran teman hanya membuatku selalu berharap padanya. Hal-hal yang sebenarnya bisa aku kerjakan sendiri terkadang aku harapkan dikerjakan oleh teman karena dia ada di sisiku. Tapi itu bukan berarti aku membeci teman-temanku. Aku tidak membeci mereka, aku hanya membeci diriku sendiri. Jujur aku katakan, kehadiranmu juga menjadi masalah bagi diriku. Sejak Blogmu ter-link dengan Blogku aku menjadi malas menulis, apalagi mengupdate blog. Aku lebih banyak menghabiskan waktu berkunjung ke blogmu dan itu menggiringku berkunjung ke blog teman-temanmu. Blog teman-temanmu bagus-bagus, tampilan maupun isinya, tapi rupanya itu membawa dampak buruk bagiku.

Sudah dulu yah push soalnya kepalaku mulai kram lagi.

Salam untuk teman-temanmu.

Selasa, 05 Februari 2008

PORTAL COMBAT

Kami adalah siapa saja …

Kami adalah orang-orang kalah, itu tidak ingin kami pungkiri, tapi kami tidak ingin menyerah.

Lari membawa jiwa dan pikiran dari dunia yang telah memenjarakan fisik kami dalam segala aturan-aturan dan aktivtas monoton yang membosankan. Mengevakuasi jiwa dan pikiran dalam sebuah dunia virtual sembari berharap dunia baru segera tiba. Dunia dimana jiwa dan pikiran kami dapat kembali menyatu dalam dunia fisik dengan segala aktivitasnya yang penuh gairah.

Kami tidak punya apa-apa lagi didunia fisik semua sudah terjarah, hanya jiwa, pikiran dan pengetahuan yang tersisa karena itulah mereka kami selamatkan sebelum ikut terjarah dan kamipun tak rela mereka ikut terenggut dari kami.

Kami tidak lagi punya banyak hal untuk dibagi tapi kami akan berbagi apa yang kami miliki. Pengetahuan, informasi dan impian-impian yang kami miliki akan terus kami lepas dengan harapan suatu saat ada orang lain yang akan mengetahui apa yang semestinya diketahui. Sesuatu yang tidak dinginkan oleh penguasa.

Tapi kami bukan orang-orang yang memandang teknologi, yang merupakan media penghubung antara dunia virtual dan dunia fisik, sebagai sesuatu yang suci. Kami tidak dapat menolak kenyataan bahwa hampir semua teknologi yang ada adalah ciptaan para teknokrat kaki tangan penguasa yang penuh kotoran disana-sini. Teknologi bagi kami hanyalah media untuk bebas dari dunia fisik yang telah dibuat terbatas oleh segelintir orang demi kepentingannya. Jika ada yang beranggapan ini adalah mengilusi diri, itu sah-sah saja karena kami tidak punya hak apa-apa untuk memaksakan apa yang kami pahami.

Kami bukan orang yang mengetahui banyak hal dan bukan pula orang yang memiliki keahlian khusus yang luar biasa. Kami hanyalah orang-orang kalah yang enggan menyerah dan memanfaatkan apa saja yang masih mungkin untuk dijadikan senjata.

Siapa kami …?

Kami mungkin para aktivis radikal ?

Kami mungkin tetanggamu ?

Kami mungkin anak kecil yang kau anggap remeh ?

Kami bisa siapa saja karena kami bukan apa-apa !

Kami hanya orang-orang kalah yang enggan menyerah !

Catatan :

Tulisan ini sebenarnya adalah Manifesto Kami (sisipush dan ag3n00) yang rencananya akan menjadi tulisan pembuka dalam Zine yang rencananya akan kami buat bersama, tapi karena tidak jadi-jadi sampai hari ini maka saya upload saja disini (dari pada tinggal mengendap di harddisk). Sorry yah sisipush :)

Jumat, 18 Januari 2008

AKU MELAWAN AKU

Aku dapati lagi diriku terpuruk disudut dunia. Pipi memar, biru disekitar mata dan darah merembes dari sobekan kecil dipelipis membasahi wajahku. Dimulutpun terasa anyir darah yang keluar dari gusi akibat gigi gerahang yang patah. Luka akibat pertarungan sengit yang ku peroleh ketika terjebak dalam pertarungan yang tidak pernah aku ketahui awal dan akhirnya. Kemarahan menjebak diriku dan membuatku bertarung habis-habisan.

Tapi mengapa tak ada mayat yang terlihat ? mengapa tak ada kobaran api yang terlihat ? mengapa tak ada ledakan yang terdengar ? mengapa tak nampak kehancuran ? mengapa hanya ada diriku yang tersudut tak berdaya ?

Sebenarnya siapa yang aku lawan ? pada siapa sebenarnya aku marah hingga membuatku berada dalam pertarungan sengit ?

Mungkinkah aku melawan diriku sendiri ? mungkinkah aku marah pada diriku sendiri ?

Sambil menyeka darah di wajah yang mulai membuat pandanganku kabur aku mulai menyadari bahwa tak ada sebutir peluru-pun yang aku luncurkan dari selungsongnya, tak sebuah Molotov yang aku lemparkan dan pukulanku tidak mengarah kesiapa-siapa kecuali pada diriku sendiri.

Lalu kenapa aku marah ?

Mungkinkah aku marah karena kepengecutanku akibat ketidak mampuanku menghancurkan semua ini ? tapi bukankah kemarahanku itulah yang membuatku menjadi tolol hingga tak mampu menghancurkan apapun ?

Kenapa semuanya seperti lingkaran setan yang tak berujung ?

Tidak, ini bukan lingkaran setan. Ini ada awal dan ada akhirnya hanya saja diriku telah membuat awal dan akhirnya bersambung dan saling tumpang tindih.

Rasa letih yang teramat sangat membuat diriku tersandar pada sebuah tiang yang menyanggah langit.

Terlihat jelas didepanku langit mendung tapi jauh dibelakangnya pelagi nan indah juga terlihat. Mungkin diujung sana hujan telah berlalu dan hanya butiran-butiran tipis air hujan yang tersisa membiaskan cahaya matahari yang telah berhasil menembus gumpalan awan hitam. Itu jauh diujung sana sementara disini langit masih hitam dan hujan belum pasti turun. Badai mungkin saja datang tanpa diketahui kepastiannya. Disini, disisiku ketidak pastian masih menyelimuti segalanya membuat semua terlihat kabur.

Aku tidak dapat lagi menahan darah dalam mulutku dan akhirnya ku muntahkan. Air liur yang bercampur darah membuat darah mengencer atau membuat liur menjadi merah, membasahi tanah disekitarku.

Pandanganku perlahan mengabur lalu menghitam dan akhirnya semuanya hilang.

entah berapa lama, entah tertidur atau pingsang tiba-tiba aku melihat didepanku hadir lagi sesosok tubuh yang membuat kemarahku bergejolak. Sepontan aku bergiri dan tanpa berpikir panjang aku layangkan sebuah pukulan ke arah sosok itu. Pukulanku tak mengenai apa-apa. Tiba-tiba dan tanpa aku sadari sebuah pukulan bersarang lagi diwajahku. Akupun terpetal dan jatuh tak sadarkan diri.

Selasa, 08 Januari 2008

Hallo … bagaimana kabarmu ? semoga masih baik-baik saja.


Kalian tidak usah bertanya lebih jauh tentang siapa aku cukup kalian mengenalku sebagaimana kalian mengenal dan memahami isi blog ini sebab bagiku memang tidak penting untuk aku menjelaskan siapa aku biarkanlah semua sesuai dengan pemahamanmu tidak perlu aku paksakan apa yang aku pahami.
Bukankah dunia ini begitu abstrak untuk dijelaskan ? para ilmuan atau filosof terlalu picik dengan menjelaskan dunia ini dalam penjelasan mereka seolah seluruh pengetahuan tentang dunia ini telah disingkap olehnya.
Jadi biarlah semuanya termasuk diriku terjelaskan dengan sendirinya dan dipahami sesuai dengan pemahaman orang yang dipahami. Biarkan semuanya bebas sebebas gelombang-gelombang elektromagnetis yang terlepas dan terus merambat di dunia maya ini. Kita tidak akan pernah tahu akan berakhir dimana gelombang-gelombang elektromagnetis yang kita pancarkan.
Apakah dia musnah atau sekedar berubah menjadi sebuah bentuk yang lain ?
Kita tidak pernah tahu jadi biarkanlah semuanya apa adanya.