Semuanya berputar-putar melingkar dalam tabung kaca berisi cairan hitam. Mencoba menatap jauh ke depan dengan mata menyipit mengatur intensita cahaya yang sampai ke retina. Membiarkan diri tertipu oleh bayangan-bayangan yang terindrai. Menghibur hati laksana doa yang terucap saat ajal di depan mata. Aku sadari semua bai-baik saja tapi kenapa disini hitam dan di luar sana sanga terang dan menyilaukan mata hingga mataku tak kuat menatapnya.
Praang...
tiba-tiba dunia tabung kacaku pecah dan cairan hitam kehidupanku keluar dan mengebar kemana-mana. Mengalir dan terus mengalir. Kini kudapati diriku menjadi bagian terintegral dengan cairan hitam. Aku ikut mengalir da terus mengalir. Menjalar dan terus menjalar kemana-mana. Aku sadar, aku tak lagi berada dalam tabung kaca berisi cairan hitam yang terus membatasi ruang gerakku. Aku pun sepenuhnya sadar, tak lagi berputar-putar dalam tabung kaca. Aku kini mengalir, menjalar, aku kini bebas. Yah...aku kini bebas kemana-mana. Tapi kenapa, kenapa masih aku masih melihat sekelilingku sangat terang dan menyilaukan. Rupanya aku bebas tapi tetap terselimuti cairan hitam.
Oh...lihat...perlahan cairan hitam yang masih menyelimutiku mulai menguap dan kini aku merasakan perlahan-lahan kepekatan cairan hitam yang menyelimutiku perlahan menipis. Perlahan-lahan aku mulai menjadi bagian dari dunia luar yang sangat menyilaukan. Aku kini mulai dapat menghirup udara yang bukan sekedar kandungan oksigen cairan hitam yang menyelimutiku. Udara ini teramat segar.
Tapi, kenapa tiba-tiba aku merasa diriku menipis dan mulai melayang-layang ?
.........